kalender
kalender hijriyah
jam
jadwal adzan
banner link gunadarma
"
Banner Link Gunadarma
".
universitas gunadarma
Seguidores
Diberdayakan oleh Blogger.
Minggu, 20 Maret 2016
Tugas kelompok
Mata kuliah softskill akuntansi internasional bab 5 kelompok 9
Mata kuliah softskill akuntansi internasional bab 5 kelompok 9
BAB V
PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
Perkembangan dan Pengungkapan
Standar dan praktik pengungkapan
dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan
politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya dan
faktor-faktor lainnya.
Perbedaan pengungkapan nasional
sebagian besar didorong oleh perbedaan di pengelolaan dan keuangan perusahaan.
Di Amerika Serikat, Inggris Raya, dan negara Anglo-Amerika lainnya, ekuitas
pasar paling berjasa dalam menyediakan keuangan bagi perusahaan dan menjadi
sangat maju. Dalam semua pasar ini, kepemilikan cenderung menyebar diantara
para pemegang saham, dan proteksi investor sangat ditekankan. Investor dari
pihak institusi memainkan peran yang berkembang di negara-negara ini, menuntut
pengembalian keuangan dan meningkatkan nilai pemegang saham. Pengungkapan
publik yang telah maju dalam merespons akuntabilitas perusahaan kepada
masyarakat luas.
Di negara-negara lainnya (seperti
Prancis, Jerman, Jepang dan berbagai negara dengan pasar yang baru muncul),
pemegang saham tetap terkonsentrasi dan bank (dan/atau pemiliknya keluarga)
secara tradisional telah menjadi sumber keuangan utama perusahaan. Susunan
ditempatkan untuk melindungi yang sedang memegang manajemen. Bank (kreditor dan
pemilik) dan pihak dalam lainnya (anggota perusahaan yang terdaftar dalm
kelompok pemegang saham) menyediakan keteraturan. Semua bank ini, orang dalam
dan lainnya hampir mengetahui posisi keuangan perusahaan dan aktivitasnya.
Pengungkapan publik kurang berkembang dalam semua pasar ini dan perbedaan yang
besar dalam bobot informasi yang diberikan dengan besar pemegang saham dan
kreditor yang berhubungan dengan public mungkin diizinkan.
Pengungkapan Sukarela
Beberapa kajian menunjukkan bahwa
manajer berinisiatif untuk mengungkap informasi secara sukarela. Keuntungan
dari pengungkapan sukarela mungkin menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah
dalam perdagangan sekuritas perusahaan, bunga yang lebih tinggi dari analisisi
keuangan dan investor, meningkatkan likuiditas saham dan biaya modal yang
rendah. Laporan perusahaan bisa mencapai keuangan keuntungan dalam pasar modal
dengan mempertinggi pengungkapan secara sukarela. Laporan meliputi tuntunan
bagaimana perusahan dapat menggambarkan dan menjelaskan investasi potensial kepada
investor.
Investor diseluruh dunia menuntut
informasi yang mendetail dan berkala, tingkat pengungkapan sukarela
meningkatkan negara dengan pasar yang telah maju dan baru muncul. Akan tetapi,
hal ini telah diakui oleh banyak pihak bahwa laporan keuangan bisa menjadi
mekanisme cacat untuk berkomunikasi dengan investor dari luar ketika insentif
manajer tidak sebanding dengan bunga dari semua pemegang saham.
Bukti-bukti kuat mengindikasikan
bahwa manajer perusahaan sering memiliki insentif yang besar untuk menunda
pengungkapan berita buruk, “mengatur” laporan keuangan mereka untuk memastikan
kesan perusahaan yang lebih positif, dan menekankan keadaan dan prospek
keuangan perusahaan. Perusahaan yang sangat tertekan mungkin memiliki risiko
kebangkrutan yang lebih besar, akuisisi, atau permusuhan untuk menguasai
perusahaan, yang mengarah pada perubahan manajemen. Persaingan yang buruk
tercipta ketika pemilik informasi dibentuk oleh publik mungkin mengimbangi
keuntungan dari pengungkapan secara
penuh.
Kebutuhan Pengaturan Pengungkapan
Untuk melindungi investor, sebagian
besar bursa sekuritas menentukan laporan dan kebutuhan pengungkapan pada
perusahaan domestik dan asing untuk mencari akses pasar. Semua bursa ingin
memastikan bahwa investor memiliki informasi yang cukup untuk mengevaluasi
kinerja dan prospek perusahaan.
Bursa saham dan pengaturan
pemerintah secara umum membutuhkan perusahaan asing yang terdaftar untuk
melengkapi semua informasi keuangan dan non-keuangan yang hampir sama seperti
yang dibutuhkan untuk perusahaan domestik. Perusahaan asing yang terdaftar
secara umum memiliki fleksibilitas yang berhubungan dengan prinsip akuntansi
yang mereka gunakan dan untuk sejumlah pengungkapan. Di kebanyakan negara,
perusahaan asing yang terdaftar harus menyimpannya dengan informasi bursa saham
yang dibuat publik, mendistribusikannya kepada pemegang saham, atau dicatat
dengan pengaturan di pasar domestik. Akan tetapi, banyak negara tidak mengawasi
dan melaksanakan kebutuhan akan “pengungkapan kesesuaian antar-yurisdiksi”.
Frost
dan Lang membahas dua objek investor berorientasi pasar: perlindungan investor
dan kualitas pasar.
·
Proteksi
Investor
Investor
dijamin dengan informasi dan dilindungi dengan pelaksanaan dan pengawasan
peraturan pasar. Kecurangan mencegah adanya penawaran publik, perdagangan,
pemilihan dan sekuritas penawaran. Informasi keuangan dan non-keuangan yang
bias dibandingkan telah ditemukan sehingga investor bisa membandingkan
perusahaan area industri dan negara.
·
Kualitas
Pasar
Pasar
adalah adil, tersusun, efisien dan bebas dari penyalahgunaan dan perbuatan
jahat. Keadilan pasar dipromosikan dengan akses informasi yang wajar dan
kesempatan berdagang. Efisiensi pasar berkembang dengan kepercayaan investor
dan mereka memfasilitasi pembentukan modal.
Frost
dan Lang mengulas empat prinsip pada investor yang terorientasi pasar yang harus
dijalankan.
1.
Keefektifan
biaya. Regulasi biaya pasar sebaiknya dibandingkan dengan
keuntungan sekuritasnya.
2.
Fleksibilitas
dan kebebasan pasar. Regulasi tidak seharusnya menghalangi
kompetisi dan evolusi pasar.
3.
Laporan
keuangan transparan dan pengungkapan menyeluruh.
4.
Perlakuan
setara perusahaan domestik dan asing.
Seperti Frost dan Lang catat,
proteksi investor mewajibkan investor menerima informasi
secara berkala dan diproteksi dengan pengawasan dan pelaksanaan. Pengungkapan harus memadai supaya
investor mebandingkan perusahaan area industri
dan negara.
Pembahasan Laporan Keuangan SEC
Amerika Serikat
SEC secara umum mewajibkan pendaftar
asing untuk melengkapi informasi keuangan yang pada hakikatnya sama dengan yang
dibutuhkan perusahaan domestik. Laporan keuangan pendaftar tidak harus
disiapkan menurut GAAP Amerika Serikat disajikan sesuai dengan prinsip lembaga
akuntansi secara menyeluruh dan dilengkapi dengan rekonsiliasi kuantitatif
dengan pendapatan bersih GAAP Amerika Serikat, ekuitas pemegang saham, dan
pendapatan per saham secara material berbeda.
Syarat laporan SEC secara umum
konsisten dengan sasaran proteksi investor dan kualitas pasar. Kebutuhan
laporan yang kuat mungkin meraih tujuan proteksi investor pada kesempatan
mengurangi biaya investasi modal atau mengesankan biaya transaksi tinggi dalam
berinvestasi.
Beberapa pengamat menyatakan bahwa
syarat laporan keuangan SEC bagi perusahaan asing menghalangi mereka dari
pembuatan sekuritas yang ada di Amerika Serikat. Sebagai akibatnya investor
Amerika Serikat lebih suka berdagang di pasar Over-the-Counter (OTC) AS
atau pasar luar negeri dimana likuiditas lebih rendah, biaya transaksi relative
tinggi, dan proteksi investor kurang penting daripada pertukaran nasional di
Amerika Serikat dengan kesempatan investasi modal yang lebih banyak dengan
mengurangi persyaratan laporan keuangan.
Praktik Pelaporan dan Pengungkapan
Praktik pengungkapan laporan tahunan
memperlihatkan respons manajer terhadap kebutuhan pengaturan pengungkapan dan
insentif untuk menyediakan informasi laporan keuangan secara sukarela.
Pada bagian ini, kita fokus pada (1)
pengungkapan terhadap informasi ke depan, (2) segmen pengungkapan, (3)
pelaporan tanggung jawab social, (4) pengungkapan khusus untuk laporan keuangan
non-domestik, (5) pengungkapan pengaturan perusahaan, dan (6) pengungkapan dan
pelaporan usaha internet.
Pengungkapan Informasi Progresif
Pengungkapan informasi progresif
adalah pertimbangan tinggi yang relevan di dalam kesetaraan pasar. Istilah
informasi progresif meliputi (1) perkiraan pendapatan, laba (rugi), arus kas,
pengeluaran modal, dan hal keuangan lainnya; (2) tujuan informasi mengenai kinerja
dan posisi ekonomi dimasa depan yang tidak menentu dari pada perkiraan
menyangkut proyek, periode fiscal dan proyeksi jumlah; (3) laporan program dan
sasaran manjemen untuk usaha masa depan. Tujuan utama investor dan analis
adalah menilai pendapatan dan arus kas di masa depan.
Pengungkapan Segmen
Investor dan analis menuntut
informasi hasil perusahaan industri dan segmen geografis usaha dan keuangan
signifikan dan berkembang.
Pelaporan Pertanggungjawaban Sosial
Laporan
pertanggungjawaban sosial mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi
tentang pengaruh perusahaan terhadap kemakmuran pegawai, komunitas sosial dan
lingkungan. Hal ini mencerminkan sebuah kepercayaan bahwa perusahaan bergantung
pada pemegang saham dalam laporan tahunan kinerja terhadap lingkungan dan
sosial mereka seperti halnya laporan keuangan yang mereka berikan pada pemegang
saham. Lebih penting lagi, seperti yang di upamakan “apa yang bisa diukur, maka
bisa diatur,”laporan pertanggungjawaban sosial adalah sebuah cara untuk
menunjukkan sebagai perusahaan penduduk. “ ketahanan” melaporkan bahwa kesatuan
ekonomi, sosial, dan kinerj lingkungan, ditunjukkan sebagai “tiga dasar
pelaporan” (profit, masyarakat, dan planet). Terlebih lagi, untuk menghindari
kritik bahwa laporan adalah “greenwashing”
(contohnya, hubungan dengan masyarakat secara alamiah), informasi tersebut
secara terus-menerus dibuktikan oleh pihak ketiga independen.
Informasi mengenai kesejahteraan
pegawai telah lama menjadi perhatian serikat buruh. Hal-hal yang menyangkut
kondisi pekerjaan, keamanan bekerja, kesempatan yang sama, aneka ragam
pekerjaan, dan buruh anak-anak. Pengungkapan pegawai memicu ketertarikan
investor di mana mereka memberikan pengetahuan yang berguna tentang hubungan
buruh pabrik, biaya, dan produktivitas.
Pengungkapan informasi yang
berhubungan dengan sejumlah pegawai adalah perhatian utama pemerintah.
Pengungkapan jumlah pegawai dengan area geografis memberikan informasi kepada
pemerintah setempat mengenai pengaruh kepegawaian terhadap perusahaan
multinasional. Pengungkapan pegawai berdasarkan jalur usaha, sebaliknya,
membantu mengidentifikasi semua industri tersebut dan aktivitas di mana
investor asing secara langsung menemukan ekonomi yang menarik. Jika ada konflik
antara perilaku investor dan tujuan pemerintah setempat-sebagai contoh, jika
investor menanamkan modal usaha yang merekrut pekerja dengan kemampuan rendah
sementara pemerintah mencari bentuk kepegawaian yang meningkatan kemampuan
tinggi—tanda-tanda dari pemerintah bisa mendorong investasi modal asing pada
arah yang diharapkan. Ketika digabungkan dengan pelaporan berdasarkan area
geografis dan/ atau pelaporan jalur-bisnis, pengungkapan pegawai berdasarkan
fungsi membuat pemerintah dan serikat buruh mampu menguji apakah praktik kepegawaian
di perusahaan multinasional konsisten dengan hukum dan norma-norma daerah
setempat.
Pelaporan pertanggungjawaban sosial
mengupas masalahnya sendiri. Sebagai contoh : Permasalahan dengan tiga hal
mendasar dengan cepat terlihat. Pengukuran profit cukup lancar; tidak dengan
pengukuran proteksi lingkungan dan keadilan sosial. Kesulitannya adalah per
bagian dimana tidak ada ukuran untuk mengatur kemajuan di semua area tersebut.
Bagaimana keberhasilan lingkungan bisa dipertimbangkan terhadap keadilan sosial
yang telah maju—atau, untuk masalah itu, apakah memberikan perubahan terhadap
profit? Dan bagaimana ketiga hal itu bisa tidak diperdagangkan satu sama lain? pengukuran
profit—satu fondasi dasar lama yang bagus—menawarkan pengujian kesuksesan
bisnis yang jelas. Tidak dengan tiga fondasi dasar.
Masalahnya adalah tidak hanya dengan
tidak adanya ukuran yang memperbolehkan ketiga ukuran tersebut dibandingkan satu
sama lainnya. Masalahnya juga tidak ada persetujuan pada apa kemajuan bagi
lingkungan, atau kemajuan di lingkungan sosial. Dengan kata lain, tidak ada ukuran
dimana proteksi dengan berbeda aspek bisa dibandingkan satu sama lainnya,
apalagi dengan kriteria lainnya. Hal yang sama pun berlaku untuk keadilan
sosial.
Petunjuk untuk laporan ketahanan sosial
telah dikeluarkan oleh Global Reporting Initiative (GRI), sebuah lembaga
independen yang bergabung dengan persatuan Program Lingkungan Nasional. Pola
kerja GRI menyarankan adanya indikator pengungkapan kinerjaa di area:
-
Performa ekonomi, seperti upah, pajak,
dan siumbangan komunitas.
-
Performa lingkungan, seperti rumah kaca
emisi gas dan penggunaan air.
-
Performa sosial, secara spesifik
- Hak asasi manusia, seperti kebijakan non-diskriminasi,
pekerja dibawah umur dan hak-hak pribumi
- Masyarakat, seperti pengaruh komunitas, sogokan, dan
kontribusi politik
- Tanggung jawab produk, seperti kesehatan dan keamanan pelnaggan, periklanan, dan privasi konsumen.
Eco-efficiency dan pengeluaran untuk keamanan, kesehatan, dan proteksi lingkungan
Eco-efficiency adalah sebuah elemen penting dalam meningkatkan pengembangan yang berkelanjutan. Proses produksi eco-efficiency menghemat sumber seperti bahan mentah dan energi dan mengurangi akibatnya dengan lingkungan dengan menurunkan volume emisi dan limbah. Juga ada pengaruh positif pada finansial.
Sumber : Frederick, D.S. Choi dan Gary, K. Meek. 2010. International Accounting. Edisi 6. Buku 1. Diterjemahkan oleh: M. Yusuf Hamdan. Jakarta: Salemba Empat.
Sabtu, 19 Desember 2015
Nama Penerbit : Republika
Tahun Penerbitan : 2015
ISBN : 978-602-082-212-9
Jumlah Halaman : iv + 400 halaman
Berat : 300 gram
Dimensi : 13,5 x 20,5 cm
Harga : Rp. 65.000
Sinopsis
Buku :
Novel ini berawal dari kisah seorang
anak bernama bujang yang masih berusia lima belas tahun yang tinggal bersama ayah
dan ibunya di bukit barisan, Sumatera. Jalan hidupnya berubah sejak kedatangan
sahabat lama bapaknya beserta anak buahnya datang ke rumah bujang. Tauke,
itulah nama sahabat bapaknya yang tidak pernah bertemu dengan bujang. Ia datang
karena ingin memburu babi hutan yang merusak ladang padi milik warga kampung
sekitar. Bujang, tauke, dan anak buah tauke ikut dalam pemburuan babi hutan
tersebut. Setelah pemberantasan babi hutan tersebut selesai, dimulailah awal
perubahan kehidupan perjalanan hidup si Bujang dimulai.
Bujang bersama Tauke dan anak buahnya
berangkat ke kota, dari sinilah bujang belajar banyak hal dimulai dari shadow economy, bela diri, menembak,
latihan fisik menjadi seorang pemukul yang handal, dan sebagainya. Tetapi, dari
banyak hal tersebut ia tidak pernah menyentuh makanan dan minuman yang haram,
sebab ibunya dulu pernah berpesan agar menjauhi hal-hal yang haram tersebut. Berbagai
kisah perjalanannya menemui banyak tantangan, rintangan, dan hambatan. Tetapi ia
banyak belajar dari masalah itu. Dengan segala
kesenangan dunia, juga bagaimana kerasnya dunia ini menempanya membuat Bujang
semakin tidak kenal dengan Sang Pencipta. Ia baru menyadari ketika semua yang
dia raih hilang begitu saja dan berusaha bangkit atas keterpurukannya. Makna kata
‘Pulang’ dalam novel ini yaitu kembali mengingat asal kita ada di dunia ini dan
selalu mengingatnya dimana pun berada dan dalam situasi apapun. Selalu merasa
butuh akan Sang Pencipta dan hati kita ini takkan pernah ada perasaan ragu-ragu,
kecewa, dendam, ataupun kemarahan yang besar.
Perpaduan warna dan gambar cover
yang menarik menjadi perhatian orang yang melihatnya. Cover tersebut memiliki
makna yang luas dan mendalam mengenai arti kata ‘pulang’ diihat dari berbagai
sisi. Alur cerita dari novel ini yaitu alur maju mundur yang membuat saya
sebagai pembaca agak kesulitan memahami kelanjutan ceritanya tetapi dengan
mengikuti alur cerita tersebut saya dapat mengerti maksud dari cerita dan
pemilihan alur tersebut sesuai dengan sistematika pembahasan dan juga
penggunaan bahasa yang sederhana serta mudah dimengerti. Penamaan tokoh di
dalam novel ini cukup unik dan mengambil nama-nama orang yang identik dengan
orang Indonesia khususnya di daerah sumatera seperti bujang, mamak, abah, dan
lainnya.
Berbicara tentang kekurangan novel
ini, sebenarnya tidak ada yang bisa saya ungkapkan. Tetapi saya mau memberikan
sedikit saran untuk istilah – istilah yang semua orang belum memahaminya
seperti khanjar,trisula,katana, dan
yang lain agar dibuatkan definisinya di bawah halaman novel ataupun di halaman
belakang novel. Ilustrasi gambar ataupun sebuah foto mungkin bisa ditambahkan
agar membuat novel ini lebih menarik dan dapat menghidupkan suasana cerita.
“kau harus mengalahkan banyak hal. Bukan musuh
– musuhmu, tapi diri sendiri, menaklukkan monster yang ada di dirimu. Sejatinya,
dalam hidup ini, kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu
sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian.
Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa menang dalam pertempuran
itu, maka pertempuran lainnya akan mudah saja.”
“meski semua hal itu adalah kenangan
menyakitkan, kita baru merasa kehilangan setelah sesuatu itu telah benar –
benar pergi, tidak akan mungkin kembali lagi.”
“tapi sungguh, jangan dilawan semua hari-hari
menyakitkan itu,Nak. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak
apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap terbit indah seperti yang
kita lihat sekarang. Mau sejijik apapun kau dengan hari-hari itu, matahari akan
tetap memenuhi janjinya, terbit dan terbit lagi tanpa peduli apa perasaanmu. Kau
keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah
menyelesaikan masalah.”
Sabtu, 21 November 2015
Nama
kelompok:
-
Fajar riyandi
-
Fajar agung
-
Josephine
-
Nurulinar
-
Nuzul asrul
-
Siti fatimah
-
Sri hidayati
1. Dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh
Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan Nasional” oleh
Toto Dewayanto pada tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh mekanisme tata kelola perusahaan terhadap kinerja perbankan nasional.
Peneliti menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan sample
perusahaan dan menggunakan data sekunder. Data yang diteliti yaitu perusahaan
perbankan yang telah go public dan terdaftar di BEI. Variabel yang diteliti
yaitu data Corporate Governance komposisi struktur kepemilikan auditor
eksternal dan rasio keuangan.
Dari hasil penelitian diperoleh variabel
kepemilikan pemegang saham pengendali tidak berpengaruh terhadap kinerja
perbankan, variabel kepemilikan asing tidak berpengaruh terhadap kinerja
perbankan , variabel kepemilikan pemerintah tidak berpengaruh terhadap kinerja
perbankan, variabel ukuran dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja
perbankan, variabel ukuran dewan komisaris berpengaruh negatif terhadap kinerja
perbankan, variabel komisaris independen berpengaruh negatif terhadap kinerja
perbankan, variabel rasio kecukupan modal berpengaruh positif terhadap kinerja
perusahaan, variabel eksternal auditor (Big 4) berpengaruh positif terhadap
kinerja perusahaan, dan ukuran bank (size) berpengaruh positif terhadap kinerja
perbankan.
2.
Dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh
Penerapan Corporate Governance Terhadap
Timbulnya
Earnings Management Dalam Menilai Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan di
Indonesia” oleh Yusriati Nur Farida, Yuli Prasetyo dan Eliada Herwiyanti pada
tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Corporate
Governance terhadap timbulnya Earning Management. Peneliti menggunakan metode
purposive sampling dalam pengambilan sampel dan menggunakan data sekunder
berupa laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan di Indonesia. Variabel
yang diteliti yaitu Corporate Governance yang di proksikan dengan ukuran dewan
komisaris, komposisi dewan komisaris independen, komite audit, kepemilikan institusional,
kepemilikan manajerial, dan earnings management yang diproksikan oleh akrual kelolaan.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa
dewan komisaris independen dan komite audit tidak berpengaruh terhadap earnings
management, kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap earnings
management, kepemilika manajerial berpengaruh terhadap earnings management dan
pengaruh earnings management terhadap kinerja keuangan terbukti tidak
signifikan.
3. Dalam
jurnal yang berjudul “Pengaruh Penerapan Corporate Governance Manajemen Laba
Pada Perusahaan Perbankan Yang Telah Go Public Di BEI” oleh Eka sefiana pada tahun
2009. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh GCG terhadap manajemen laba. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan
sampel. Data yang diteliti yaitu data yang diperoleh dari ICMB, situs BEJ di www.odk.co.id serta dari siklus masing-masing
perusahaan. Variabel yang diteliti yaitu proporsi komisaris independen, ukuran
dewan komisaris, keberadaan komite audit dan manajemen laba. Dari hasil penelitian diperoleh
bahwa variabel proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan
keberadaan komisaris audit tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba. Selain itu penerapan
Corporate Governance baru dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang.
4. Dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh
Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan
Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2009- 2013”
oleh Riana Christel Tumewu dan Stanly W. Aleksander Pada Tahun 2014. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan tata kelola perusahaan terhadap profitabilitas. Penelitian ini
menggunakan metode Purposive
sampling dalam pengambilan sampel. Data yang diteliti yaitu Laporan Keuangan
perusahaan dan penerapan GCG yang diukur dengan menggunakan nilai komposit
variabel yang diteliti yaitu Rasio Profitabilitas nilai komposit self assessment
dan profitabilitas. Dari hasil
penelitian ini bahwa GCG memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap
profitabilitas di perusahaan dalam
sektor
perbankan dan rasio-rasio yang mewakili profitabilitas perusahaan seperti ROA,
ROE dan NIM memiliki hubungan positif signifikan dengan GCG
Kesimpulan
berdasarkan dari hasil perbandingan dari jurnal tentang Good Corporate
Governance diatas dapat disimpulkan bahwa dari Pengaruh
Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan Nasional” mulai dari kepemilikan pemegang
saham pengendali, variabel kepemilikan asing dan variabel kepemilikan
pemerintah tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan tetapi berpengaruh positif terhadap kinerja
perusahaan. Kemudian “Pengaruh Penerapan Corporate Governance
Terhadap Timbulnya Earnings Management Dalam
Menilai Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia” tidak berpengaruh pada pengelolaan kinerja managemen
perusahaan. Selanjutnya “Pengaruh Penerapan Corporate Governance
Manajemen Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Telah Go Public Di BEI” baru bisa dirasakan kinerja kelola perusahaan dalam
jangka waktu yang lama dan Dalam
jurnal yang berjudul “Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap
Profitabilitas Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2009-2013” sangat berpengaruh positif terhadap profitabilitas
perusahaan. Jadi intinya tata kelola perusahaan (GCG) baru bisa dirasakan
apabila sudah memiliki rencana dan kemudian diterapkan oleh manajemen-manajemen
yang tepat sesuai dengan tata kelola perusahaan masing-masing.
Sabtu, 03 Oktober 2015
1.
ETIKA
Etika berasal dari kata Yunani ethos,yang dalam bentuk jamaknya (ta etha) berarti ‘adat istiadat’ atau ‘kebiasaan’. Etika berkaitan
dengan kebiasaan hidup yang baik, pada diri seseorang maupun pada suatu
masyarakat atau kelompok masyarakat. Ini berarti etika berkaitan dengan nilai –
nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan
yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu
generasi ke generasi yang lain. Pengertian etika ini persis sama dengan pengertian
moralitas. Moralitas berasal dari kata Latin mos, yang dalam bentuk jamaknya (mores) berarti ‘adat istiadat’ atau ‘kebiasaan’. Jadi, dalam
pengertian ini secara harfiah, etika dan moralitas sama – sama berarti sistem
nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah
diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud
dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama
sebagaimana laiknya sebuah kebiasaan.
Kata-kata etika dan moral memiliki beberapa makna. Kamus
Webster colliagate memberikan empat dasar makna kata etika :
§ Disiplin
yang berurusan dengan apa baik dan buruk dan moral tugas serta kewajiban
§ Seperangkat
prinsip-prinsip atau nilai-nilai moral
§ Sebuah
teori atau sistem nilai-nilai moral
§ Prinsip-prinsip
perilaku yang mengatur seorang individu atau kelompok
Prinsip-Prinsip
Etika
Dalam peradaban sejarah
manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba
menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat.
Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide
agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas
menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan,
persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.
a) Prinsip
Keindahan
Prinsip ini mendasari
segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan.
Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin
menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian,
penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk
bekerja.
b) Prinsip
Persamaan
Setiap manusia pada
hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan
terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan
dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak
diskrminatif atas dasar apapun.
c) Prinsip
Kebaikan
Prinsip ini mendasari
perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi
dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai
kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan
sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan
berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya
bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
d) Prinsip
Keadilan
Pengertian keadilan
adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa
yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari
seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu
yang menjadi hak orang lain.
e) Prinsip
Kebebasan
Kebebasan dapat
diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak
sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi
manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan
kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang
lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab
sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain.
Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
1. kemampuan
untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
2. kemampuan
yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihannya tersebut
3. kemampuan
untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
f) Prinsip
Kebenaran
Kebenaran biasanya
digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang
logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran
itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat
diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.Semua prinsip
yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan
nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan
masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai
aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi,
instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya
keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap
orang.
Basis
Teori Etika
a.
Etika Deontologi
Istilah
‘deontologi berasal dari kata Yunani deon,
yang berarti kewajiban. Karena itu,etika deontologi menekankan kewajiban mausia
untuk bertindak secara baik. Menurut etika deontologi, suatu tindakan itu baik
bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan
itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya
sendiri. Dengan kata lain, tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu
dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas dari
tujuan atau akibat dari tindakan itu.
b.
Etika Teleologi
Etika
teleologi mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau
dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh
tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, kalau bertujuan mencapai sesuatu
yang baik, atau kalau akibat yang ditimbulkannya baik dan berguna.
c.
Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini
adalah pendekatan yang paling
banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu
perbuatan atau perilaku. Teori Hak
merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban
bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu
sama. Karena itu hak sangat cocok
dengan suasana pemikiran demokratis.
d.
Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak
ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu
adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut: disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk
bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a. Kebijaksanaan
b. Keadilan
c. Suka bekerja keras
d. Hidup yang baik
Fungsi
Etika
1.
Sarana
untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang
membingungkan.
2.
Etika
ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi
secara rasional dan kritis.
3.
Orientasi
etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme
Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :
1.
Kebutuhan
Individu
2.
Tidak
Ada Pedoman
3.
Perilaku
dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi
4.
Lingkungan
Yang Tidak Etis
5.
Perilaku
Dari Komunitas
Sanksi
Pelanggaran Etika :
1. Sanksi Sosial
Skala
relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yangdapat ‘dimaafkan’
2. Sanksi Hukum
Skala
besar, merugikan hak pihak lain.
Jenis-jenis
Etika
1. Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar
2. Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus.
Egoism
Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan
pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat
untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya - intelektual, fisik,
sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain
maupun orang banyak pada umunya dan hanya memikirkan diri sendiri
Egois ini memiliki rasa
yang luar biasa dari sentralitas dari 'Aku adalah':. Kualitas pribadi mereka
Egotisme berarti menempatkan diri pada inti dunia seseorang tanpa kepedulian
terhadap orang lain, termasuk yang dicintai atau dianggap sebagai
"dekat," dalam lain hal kecuali yang ditetapkan oleh egois itu.
Teori eogisme atau egotisme diungkapkan oleh Friedrich
Wilhelm Nietche yang merupakan pengkritik keras utilitarianisme dan juga kuat
menentang teori Kemoralan Sosial. Teori egoisme berprinsip bahwa setiap orang
harus bersifat keakuan, yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan
manfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan
keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika
merugikan diri sendiri.
Kata "egoisme" merupakan istilah yang berasal
dari bahasa latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno - yang masih
digunakan dalam bahasa Yunani modern - ego (εγώ) yang berarti "diri"
atau "Saya", dan-isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya.
Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan
egoisme filosofis.
2.
PROFESI
Kata
atau istilah ‘profesi’ – dan juga profesional dan profesionalisme – sangat
sering kita dengar dan temukan dewasa ini, bahkan sering tanpa memahami
pengertiannya yang sebenarnya. Kata ‘profesional’ dan ‘profesionalisme’ menjadi
semacam istilah kunci bagi kehidupan modern, khususnya bisnis. Semua orang
seakan berlomba – lomba menjadi orang yang profesional, dan sejalan dengan itu
selalu didengungkan agar kita perlu meningkatkan profesionalisme kita. Profesi
dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan
mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan
komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Dengan demikian orang profesional
adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan
itu dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi serta punya
komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu. Ciri – ciri profesi yang
bersifat umum yaitu :
o
Adanya keahlian dan keterampilan khusus
o
Adanya komitmen moral yang tinggi
o
Orang yang hidup dari profesinya
o
Pengabdian kepada masyarakat
o
Ada izin khusus untuk profesi tertentu
Di
pertengahan abad ke - 20 di Amerika Serikat, ketika disiplin akuntansi mencari
status profesi, Komisi standar pendidikan dan pengalaman untuk sertifikasi
Akuntan publik mengeluarkan laporan yang tercantum tujuh karakteristik profesi:
(1)
Badan khusus pengetahuan.
(2)
Proses pendidikan formal yang diakui untuk memperoleh pengetahuan yang diperlukan
(3)
Standar kualifikasi profesional yang mengatur masuk ke profesi.
(4)
Standar perilaku yang mengatur hubungan antara praktisi dengan klien, rekan,
dan umum
(5)
Pengakuan status.
(6)
Menerima tanggung jawab sosial yang melekat dalam pekerjaan diberkahi dengan kepentingan umum.
(7)
Sebuah organisasi yang ditujukan untuk kemajuan kewajiban sosial grup.
Hal
ini jelas bahwa akuntansi memenuhi dua karakteristik pertama. Akuntansi adalah
disiplin yang rumit yang memerlukan studi formal untuk menjadi seorang ahli. Untuk
menjadi seorang akuntan publik bersertifikat biasanya membutuhkan gelar sarjana
akuntansi, serta kelulusan Akuntan publik (CPA) ketat. Mempertahankan status CPA
tetap memerlukan kesetaraan dari perkembangan terkini dengan melanjutkan
pendidikan.
Dikutip
dari Huebner ada 4 Karakteristik profesional:
(1) Profesional terlibat dalam panggilan berguna
dan mulia cukup untuk menginspirasi
cinta dan antusiasme dari praktisi.
(2) Profesional dalam praktek yang memerlukan
pengetahuan seorang ahli.
(3) Dalam menerapkan pengetahuan praktisi harus
meninggalkan pandangan komersial ketat
egois dan pernah diingat keuntungan dari klien.
(4) Praktisi harus memiliki semangat kesetiaan
kepada rekan-rekan praktisi.
Sumber : Duska, Ronald,
Brenda Shay Duska and Julie Ragatz. 2011. Accounting
Ethics. Blackwell Publishing Ltd. United Kingdom.
Keraf, Sony.
1998. Etika Bisnis Tuntunan dan
Relevansinya. Yogyakarta: Kanisius.
http://wiwiedyah.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-etika-prinsip-prinsip-etika.html.
Langganan:
Postingan (Atom)