kalender
kalender hijriyah
jam
jadwal adzan
banner link gunadarma
"
Banner Link Gunadarma
".
universitas gunadarma
Seguidores
Diberdayakan oleh Blogger.
Minggu, 12 Mei 2013
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN)
1. PERKEMBANGAN
DANA PEMBANGUNAN INDONESIA
APBN adalah suatu daftar atau penjelasan
terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran negara dalam jangka waktu satu
tahun yang ditetapkan dengan Undang-undang, serta dilaksanakan secara terbuka
dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Masa
berlaku APBN :APBN Indonesia mulai tahun 2000 ditetapkan berlaku mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang sedang berjalan. Sebelum tahun 2000 APBN berlaku mulai 1 April sampai dengan 30 Maret tahun berikutnya.
Fungsi APBN:
1.Fungsi Alokasi
Berkaitan dengan penggunaan sumber-sumber penerimaan negara untuk membiayai belanja negara.
2.Fungsi Distribusi
Berkaitan dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pemerataan kesejahteraan dapat terwujud jika pemanfaatan penerimaan negara dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
3.Fungsi Stabilitas
Berkaitan dengan pengaturan perekonomian nasional agar tetap seimbang, yaitu permintaan agregat (keseluruhan) sama dengan penawaran agregat. APBN bagi pemerintah sebagai instrumen pengendali perekonomian, baik dalam kondisi perekonomian yang stabil, depresi ataupun inflasi.
Tujuan penyusunan APBN :
- Meningkatkan
transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR dan rakyat
- Meningkatkan
koordinasi dalam lingkungan pemerintah
- Membantu
pemeritah mencapai tujuan kebijakan fiscal
- Memungkinkan
pemerintah memenuhi prioritas belanja Negara
- Membantu
menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik.
2. PROSES PENYUSUNAN APBN
Pemerintah (Presiden dibantu para menteri, terutama Menteri Keuangan) menyusun RABPN berdasarkan asumsi-asumsi, yaitu tentang :
Kondisi ekonomi makro seperti Produk Domestik Bruto (PDB) menurut harga yang berlaku
- Pertumbuhan
ekonomi
- Inflasi
- Nilai
tukar rupiah
- Rata-rata
suku bunga SBI 3 bulan
- Harga minyak
internasional serta produksi minyak dalam negeri
Dalam
menyusun RAPBN digunakan azas kemandirian, azas penghematan, azas penajaman
prioritas pembangunan.RAPBN oleh pemerintah diajukan ke DPR dan dilakukan pembahasan dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten sesuai bidang masing-masing. Jika telah disetujui, DPR akan mengesahkan RAPBN menjadi APBN. Hak DPR untuk menetapkan anggaran negara disebtut Hak Budget. Namun jika tidak ditemukan kesepakatan tentang RAPBN, DPR menetapkan APBN tahun lalu sebagai APBN tahun berjalan.
3. PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
A. PENDAPATAN NEGARA dan HIBAH, terdiri :
Penerimaan Dalam Negeri, terdiri :
Penerimaan Pajak, meliputi :
- Pendapatan
Pajak Dalam Negeri
- Pendapatan
Pajak Perdagangan Internasional
- Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP), meliputi :
- Penerimaan
Sumber daya Alam
- Pendapatan
Bagian Laba BUMN
- Pendapatan
Negara Bukan Pajak lainnya
- Pendapatan
Badan Layanan Umum (BLU)
HibahB. BELANJA NEGARA, terdiri :
Belanja Pemerintah Pusat, meliputi :
- Belanja
Pegawai
- Belanja
Barang
- Belanja
Modal
- Belanja
Bunga dan Pinjaman
- Subsidi
(subsidi energi dan subsidi nonenergi)
- Belanja
Hibah
- Belanja
Bantuan Sosial
- Belanja
lain-lain
Transfer
ke Daerah, meliputi :
- Dana
Perimbangan (Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus)
- Dana
Otonomi Khusus dan Penyesuaian
C. KESEIMBANGAN PRIMER
D. SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN
E. PEMBIAYAAN, terdiri :
Pembiayaan Dalam Negeri, meliputi :
- Perbankan
Dalam Negeri
- Nonperbankan
Dalam Negeri
Pembiayaan
Luar Negeri Netto, terdiri :
- Penarikan
pinjaman luar negeri bruto, (pinjaman program, Pinjaman proyek)
- Penerusan
pinjaman
- Pembayaran
cicilan pokok utang luar negeri
Sumber
Pendapatan/Penerimaan Pemerintah Pusat :Sebagaimana struktur APBN di atas, maka sumber pendapatan negara dapat diuraikan sebagai berikut :
Penerimaan Dalam Negeri, berasal dari :
- Penerimaan
Pajak.
- Penerimaan
pajak yang masuk pos penerimaan pemerintah pusat, meliputi :
- Pajak
Dalam Negeri, (PPh, PPN, PPnBM, PBB, BPHTB, Cukai, dan pajak lain.
- Pajak
Perdagangan Internasional, (penerimaan bea masuk dan pajak/pungutan ekspor)
- Penerimaan
Negara Bukan Pajak.
- Penerimaan
sumber daya alamyang merupakan hasil pengelolaan kekayaan alam
- Penerimaan
atas laba BUMN, sesuai dengan besarnya kepemilikan saham BUMN
- PNBP
lain, seperti pungutan yang dikelola Kementrian atau lembaga yang berhubungan
dengan pelayanan umum
HibahAdalah semua penerimaan negara yang berasal dari sumbangan pihak swasta dalam negeri dan pemerintah daerah serta pihak swasta luar negeri dan pemerintah luar negeri yang tidak perlu dibayar kembali dan tidak mengikat, tidak secara terus-menerus, dan dialokasikan untuk kegiatan tertentu sesuai Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding).
4.PERKIRAAN PENGELUARAN
Pengeluaran Pemerintah Pusat, terdiri :
- Belanja
Pegawai, (PNS, TNI, POLRI, Pensiunan)
- Belanja
Barang, dialokasikan untuk ;
- Mempertahankan
fungsi pelayanan public
- Meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pengadaan barang dan jasa, perjalanan
dinas,pemeliharaan aset Negara
- Mendukung
kegiatan pemerintahan
Belanja
ModalYaitu belanja yang digunakan untuk membiayai pembentukan modal dalam bentuk tanah, peralatan, mesin, gedung, jaringan, dan sarana fisik lain
Pembayaran Bunga Utang
Pembayaran utang dalam negeri dipengaruhi oleh tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Pembayaran utang luar negeri bersumber dari pinjaman bilateral, multilateral, fasilitas kredit eskpor, dan pinjaman lain.
Belanja Subsidi
Digunakan untuk menjaga stabilitas harga, membantu masyarakat kurang mampu, membantu usaha skala mikro dan menengah, BUMN , membantu BUMN yang melaksanakan pelayanan umum
Belanja Hibah
Merupakan transfer uang, barang, jasa yang bersifat tidak wajib kepada pemerintah daerah, BUMN, BUMD, negara lain, atau organisasi internasional
Bantuan Sosial
Diberikan dalam bentuk transfer uang atau barang kepada masyarakat melalui lembaga nirlaba (sosial) untuk melindungi resiko sosial.
Belanja Daerah
Dana Perimbangan, meliputi :
Dana Bagi Hasil (DBH), yaitu dana bagian daerah yang bersumber dari penerimaan daerah, baik pajak maupun sumber daya alam (dalam bentuk prosentase)
Dana Alokasi Umum (DAU), yaitu instrumen yang bersifat umum (block grant) guna mengatasi ketimpangan fiskal antar daerah untuk pemerataan kemampuan keuangan antar daerah
Dana Alokasi Khusus (DAK), yaitu instrumen transfer bersifat khusus (specific grant) untuk membiayai kebutuhan khusus daerah dan atau nasional
Dana Otonomi Khusus dan Dana Penyesuaian
Dana Otonomi Khusus diberikan kepada daerah-daerah yang masih tertinggal untuk pembiayaan pendidikan, kesehatan, dll
Dana Penyesuaian, diberikan kepada daerah yang menerima DAU lebih kecil dari tahun sebelumnya.
5.DASAR PERHITUNGAN PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
A. Konsep Produk Domestik Bruto, Produk Domestik Regional Bruto, dan Pendapatan Nasional
1. Produk Domestik Bruto
PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.
PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.
PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan.
Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:
PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor – impor
Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.
Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:
PDB = sewa + upah + bunga + laba
Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.
Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.
2. Produk Domestik Regional Bruto
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan data statistik yang merangkum perolehan nilai tambah dari seluruh kegiatan ekonomi di suatu wilayah pada satu periode tertentu. PDRB dihitung dalam dua cara, yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. Dalam menghitung PDRB atas dasar harga berlaku menggunakan harga barang dan jasa tahun berjalan, sedangkan pada PDRB atas dasar harga konstan menggunakan harga pada suatu tahun tertentu (tahun dasar). Penghitungan PDRB saat ini menggunakan tahun 2000 sebagai tahun dasar. Penggunaan tahun dasar ini ditetapkan secara nasional.
Peroduk Domestik Bruto sebagai salah saru indicator ekonomi memuat berbagai instrument ekonomi yang di dalmnya terlihat jelas keadaan makro ekonomi suatu daerah dengan pertumbuhan ekonominya, income perkapita dan berbagai instrument ekonomi lainnya. Dimana dengan adanya data-data tersebut akan sangan membantu pengambil kebijaksanaan dalam perencanaan dan evaluasi sehingga pembangunan tidak salah arah.
Angka PDRB sangat diperlukan dan perlu disajikan, karena selain dapat dipakai sebagai bahan analisa perencanaan pembangunan juga merupakan barometer untuk mengukur hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.
PDRB dapat didefinisikan berdasarkan tiga pendekatan yaitu :
a. Pendekatan Produksi (Production Approach)
PDRB adalah jumlah nilai tambah bruto (NTB) yang tercipta sebagai hasil proses produksi barang dan jasa yang dilakukan oleh berbagai unit produksi dalam suatu wilayah/region pada suatu jangka waktu tertentu, biasanya setahun.
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
PDRB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor faktor produksi yang ikut di dalam proses produksi di suatu wilayah/region pada jangka waktu tertentu (biasanya setahun). Balas jasa faktor produksi tersebut adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan keuntungan. Termasuk sebagai Komponen penyusun PDRB adalah penyusutan barang modal tetap dan pajak tidak langsung neto. Jumlah semua komponen pendapatan ini per sektor disebut sebagainilai tambah bruto sektoral. PDRB merupakan jumlah dari nilai tambah bruto seluruh sektor (lapangan usaha).
c. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
PDRB adalah jumlah semua pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari untung, konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap domestik bruto, perubahan inventori, dan ekspor neto di suatu wilayah/region pada suatu periode (biasanya setahun). Yang dimaksud dengan Ekspor netto adalah ekspor dikurangi impor.
3. Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
REFERENSI :
1.http://www.babejoko.web.id/2010/10/04/anggaran-pendapatan-dan-belanja-negara.php
2.http://www.google.co.id
http://dennadhirah.blogspot.com/2012/05/anggaran-pendapatan-dan-belanja-negara.html
Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan
Struktur Produksi
Struktur produksi adalah logika proses produksi, yang
menyatakan hubungan antara beberapa pekerjaan pembuatan komponen sampai
menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan menggunakan skema.
Struktur produksi nasional dapat dilihat menurut lapangan usaha dan hasil
produksi kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan lapangan usaha struktur
produksi nasional terdiri dari sebelas lapangan usaha dan berdasarkan hasil
produksi nasional terdiri dari 3 sektor, yakni sektor primer, sekunder, dan
tersier.
Sejalan
dengan perkembangan pembangunan ekonomi struktur produksi suatu perekonomian
cenderung mengalami perubahan dari dominasi sektor primer menuju dominasi
sektor sekunder dan tersier. Perubahan struktur produksi dapat terjadi karena :1. Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang cenderung berubah dari konsumsi barang barang pertanian menuju konsumsi lebih banyak barang-barang industri
2. Perubahan teknologi yang terus-menerus, dan
3. Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang-barang industri.
Struktur produksi nasional pada awal tahun pembangunan jangka panjang ditandai oleh peranan sektor primer, tersier, dan industri. Sejalan dengan semakin meningkatnya proses pembangunan ekonomi maka pada akhir Pelita V atau kedua, struktur produksi nasional telah bergeser dari dominasi sektor primer menuju sektor sekunder.
Pendapatan nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Konsep Perhitungan
Berikut adalah beberapa konsep perhitungan pendapatan nasional :
1) Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Produk (PDB/GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) yaitu jumlah suatu produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karena jumlah yang didapatkan dari GDP bersifat bruto/kotor.
2) Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB yaitu meliputi nilai-nilai produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk selama satu tahun, termasuk hasil-hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
PNB = PDB + Pendapatan faktor produksi luar negeri – Pembayaran Faktor produksi luar negeri
3) Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi yang umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
NNP = GNP – Depresiasi
4) Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakt sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak langsung( subsidi ).
NNI = NNP – Pajak Langsung
5) Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income) yaitu pendapatan yang diterima oleh masyarakat. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahn ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan laba ditahan, dikurangi Pembayaran asuransi ditambah dengan pendapatan bunga personal dari pemerintah dan konsumen ditambah dari penerimaan bukan balas jasa.
PI = NNI – Laba ditahan – Pembayaran asuransi + Pendapatan bunga personal + Penerimaan Bukan balas jasa.
6) Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Disposable Income adalah pendapatan yang siap untuk membeli barang dan jasa. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak pendapatan personal (Pajak Langsung). Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. DI = PI – Pajak pendapatan prsonal.
Distribusi Pendapatan Nasional & Kemiskinan
Masalah besar yang
dihadapi negara sedang berkembang adalah disparitas (ketimpangan) distribusi
pendapatan dan tingkat kemiskinan. Tidak meratanya distribusi pendapatan memicu
terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah
kemiskinan. Membiarkan kedua masalah tersebut berlarut-larut akan semakin
memperparah keadaan, dan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif
terhadap kondisi sosial dan politik.
Masalah kesenjangan
pendapatan dan kemiskinan tidak hanya dihadapi oleh negara sedang berkembang,
namun negara maju sekalipun tidak terlepas dari permasalahan ini. Perbedaannya
terletak pada proporsi atau besar kecilnya tingkat kesenjangan dan angka
kemiskinan yang terjadi, serta tingkat kesulitan mengatasinya yang dipengaruhi
oleh luas wilayah dan jumlah penduduk suatu negara. Semakin besar angka
kemiskinan, semakin tinggi pula tingkat kesulitan mengatasinya. Negara maju
menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan dan angka kemiskinan yang relative
kecil dibanding negara sedang berkembang, dan untuk mengatasinya tidak terlalu
sulit mengingat GDP dan GNP mereka relative tinggi. Walaupun demikian, masalah
ini bukan hanya menjadi masalah internal suatu negara, namun telah menjadi
permasalahan bagi dunia internasional.
Kemiskinan adalah
keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti
makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan
dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya
akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.
Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara
yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi
memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
1. Kemalasan.
2. Kebodohan dan pemborosan.
3. Bencana alam.
4. Kejahatan, misalnya dirampok
5. Genetik dan dikehendaki Tuhan, baik genetika orang tua, tempat lahir, kondisi orang tua yang miskin
Definisi kemiskinan menurut beberapa ahli
- Menurut Sallatang (1986) kemiskinan adalah ketidakcukupan penerimaan pendapatan dan pemilikan kekayaan materi, tanpa mengabaikan standar atau ukuran-ukuran fisiologi, psikologi dan sosial.
- Menurut Esmara (1986) mengartikan kemiskinan ekonomi sebagai keterbatasan sumber-sumber ekonomi untuk mempertahankan kehidupan yang layak. Fenomena kemiskinan umumnya dikaitkan dengan kekurangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak.
- Menurut Basri (1995) bahwa kemiskinan pada dasarnya mengacu pada keadaan serba kekurangan dalam pemenuhan sejumlah kebutuhan, seperti sandang, pangan, papan, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dan lain sebagainya.
- Menurut Badan Pusat Statistik (2000), kemiskinan didefinisikan sebagai pola konsumsi yang setara dengan beras 320 kg/kapita/tahun di pedesaan dan 480 kg/kapita/tahun di daerah perkotaan.
- Poli (1993) menggambarkan kemiskinan sebagai keadaan ketidakterjaminan pendapatan, kurangnya kualitas kebutuhan dasar, rendahnya kualitas perumahan dan aset-aset produktif, ketidakmampuan memelihara kesehatan yang baik, ketergantungan dan ketiadaan bantuan, adanya perilaku antisosial (anti-social behavior), kurangnya dukungan jaringan untuk mendapatkan kehidupan yang baik, kurangnya infrastruktur dan keterpencilan, serta ketidakmampuan dan keterpisahan.
- Bappenas dalam dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan juga mendefinisikan masalah kemiskinan bukan hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga masalah kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang, baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin
- SPECKER (1993) mengatakan bahwa kemiskinan mencakup beberapa hal yaitu :
1. kekurangan fasilitas fisik bagi kehidupan yang normal
2. gangguan dan tingginya risiko kesehatan,
3. risiko keamanan dan kerawanan kehidupan sosial ekonomi dan lingkungannya,
4. kekurangan pendapatan yang mengakibatkan tidak bisa hidup layak, dan
5. kekurangan dalam kehidupan sosial yang dapat ditunjukkan oleh ketersisihan sosial.
Sumber referensi :
http://dahlia-lya.blogspot.com/2012/03/bab-8-struktur-produksi-distribusi.html
http://ikesetiani.wordpress.com/2012/03/26/struktur-produksi-distribusi-pendapatan-dan-kemiskinan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://tantitrisetianingsih.blogspot.com/2012/04/struktur-produksi-distribusi-pendapatan.html
katakan tidak pada bullying
Tahukah
anda apa arti dari bullying? Bullying berasal dari kata bully, menurut kamus
Inggris-Indonesia diartikan sebagai penggertak, orang yang mengganggu. Beberapa
istilah dalam Bahasa Indonesia yang dipakai dalam menggambarkan fenomena
bullying adalah penindasan, penggencetan, perpeloncoan, pemalakan ,pengucilan,
atau intimidasi. Menurut olweus “bullying can consist of any action that is
used to hurt another child repeatedly and without cause”. Menurut saya bullying
adalah suatu tindakan atau perbuatan yang melanggar aturan, norma, dan nilai
yang berlaku di masyarakat, termasuk didalamnya ada pelecehan, penindasan,
pemalakan, pengintimidasian, meremehkan orang lain , dan tindak kekerasan
lainnya. Banyak berbagai macam tindakan bully, yaitu :
1.
Bullying fisik
Ini bully yang berkaitan dengan fisik
seseorang. Misalnya seperti penganiayaan, pelecehan, memukul, menendang, dan
sebagainya.
2.
Bullying verbal
Bully ini berkaitan dengan julukan nama
seseorang yang buruk. Misalnya memakai nama orang tua, bentuk tubuh seseorang,
bentuk wajah seseorang,dan sebagainya.
3.
Bullying gestural
Bully ini berkaitan dengan pandangan mata
seseorang atau gerak – gerik seseorang terhadap korban bully. Misalnya
memandang orang dengan sinis, mengancam , dan sebagainya.
4.
Bullying elektonik
Bullying ini berkaitan dengan internet.
Misalnya saja twitter, di media sosial tersebut ada orang yang melakukan
pembullyan dengan kata - katanya.
5.
Bullying secara relasional (pengabaian)
Faktor penyebab bullying:
1.
Hubungan Keluarga
Hubungan keluarga yang kurang keakraban,
ketentraman,dan kurangnya kasih sayang terhadap antar sesama keluarga bisa
menyebabkan orang berperilaku bullying, juga akibat perceraian orang tua.
2.
Teman sebaya
Pengaruh temen sebaya pun akan berpengaruh pada
pola perilaku orang, misalnya orang tersebut memiliki teman yang suka berbuat
hal yang aneh / jail, maka orang tersebut akan mengikuti ulah tersebut. Ada
juga yang ingin ia terlihat hebat seperti penguasa maka dengan cara itu lah ia
bisa terkenal.
3.
Pengaruh media massa
Pengaruh media massa seperti televisi dan
internet juga dapat mempengaruhi misalnya seperti film ataupun tontonan yang
mengandung unsur bullying maka hal tersebut akan menjadikan penonto atau para
penikmat film bisa terjerumus ke dalam perilaku bullying.
5 Langkah terbebas dari trauma bullying
1.
Tanamkan orientasi waktu yang jelas. Yaitu bahwa
bullying tersebut terjadi dulu dan kita berada di masa sekarang. Jadi seburuk
apapun pengalaman kita, kini kita tidak mengalaminya lagi.
2.
Jangan pernah sekalipun merasa diri kita layak
dibully
3.
Forgive them. Memaafkan orang yang sudah berlaku
bullying kepada kita memang tidak mudah. Tapi, ini merupakan salah satu proses
penting dalam penyembuhan diri. Justru, kita harus merasa kasihan sama orang
yang suka membully, karena pasti ada suatu masalah dalam hidup mereka.
4.
Perkuat diri dan fokus dengan hal positif yang
bisa meningkatkan kualitas diri kita.
Untuk itu, jangan terpengaruh dengan provokasi dan hinaan yang dilakukan orang
lain. Ingat, words can’t bring us down!
5.
Jangan lakukan hal ini (bullying) kepada orang
lain. Membully orang lain sama sekali nggak menunjukan bahwa kita hebat. Malah,
kita makin nggak bisa lepas dari “penyakit” trauma akibat dibully
Dampak buruk bagi korban dan pelaku
Bagi korban
mereka akan merasa depresi atau mengalami tekanan. Jika korban ini sudah
terlalu depresi maka akan mengakibatkan terhambatnya fungsi otak. Ketika hormon
stres melebihi normal, apalagi dalam jangka waktu yang lama, bagian otak yang
digunakan untuk menganalisa kebijaksanaan dan proses berpikir itu tidak jalan.
Bagi para pelaku, ia akan di cap jelek oleh semua orang yang mengetahui
tindakannya tersebut. Bahkan, banyak yang mejauhi dan tidak berdekatan dengan
orang tersebut. Ada cerita dari temanku dia hampir setiap hari di bully dengan
kata-kata hinaan yang masuk ke telinga, hati dan pikirannya. Ditambah lagi
dengan permasalahan perceraian orang tuanya. Hal itu membuat ia tidak menjadi
dirinya sendiri, banyak yang mencacinya bahkan ada yang membicarakan ia dibelakangnya.
Ia tak mau selalu begitu, ia akhirnya mau bangkit dengan dukungan
teman-temannya yang selalu mendukungnya. Satu kata yang terucap lebih berbekas
dari pada pukulan. Maka dari itu, cegah bully dari sekarang dan jagalah
perkataan (lisan) kita.
Jadi, sudah jelas bahwa tindakan bullying itu sangat merugikan
semua pihak yang terlibat dalam perilaku bullying. Apalagi kalau tindakan
bullying merupakan tindakan yang sudah turun-temurun atau sudah menjadi
kebiasaan dari sekolahnya. Dan ini harus bisa diusut secara tuntas dan di
berikan pencerahan. Kita sebagai generasi muda sudah seharusnya stop tindakan
bullying dari sekarang, tetapi mulailah dari diri kita sendiri dulu. Maka,
nantinya akan berdampak ke lingkungan sekitar. Generasi yang membanggakan adalah
generasi yang bisa mengubah dunia menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih
berkarakter yang baik.
5 jurus anti di bully
1.
Keep calm & stay humble
Ini lebih kepada diri kita sendiri. Tidak
perlu mencari perhatian, terutama saat awal masuk. Misalnya, tertawa kencang–kencang
di kantin, atau sengaja lewat tengah lapangan saat banyak orang. Mendingan ourselves & stay humble. Tenang, sinar
kita akan kelihatan dengan sendirinya.
2.
Keep calm & play it smart
Bagaimana pun juga senior akan segan dengan
orang yang smart. Ini beda dengan sok pinter. Misalnya, kita tahu aturan
sekolah yang baik dan mengerjakan tugas mos dengan benar, berarti tidak ada
alasan bagi senior untuk memarahi kita.
3.
Keep calm & carry on
Jangan terlalu ketakutan sama kakak kelas.
Sampai-sampai kita tidak berani keluar kelas. Terus, jika ada yang judes/galak
sama kita, sikapi dengan yenang. Nanti dia juga akan bosan sendiri mengganggu
kita.
4.
Keep calm & be active
Dengan aktif diberbagai kegiatan tentu kita
akan punya banyak teman, termasuk teman-teman dari angkatan atas. Mereka bakal
tahu sikap kita yang positif.
5.
Keep calm & just be nice
Ini penting banget, biarpun ada oknum kakak
kelas yang bertingkah menyebalkan/suka menggencet, tapi yang penting adalah
sikap kita. Tetap besikap sopan, tulus dan menghargai siapa saja. Ini tentu
akan bikin orang lain respect sama kita.
So, Keep
Calm & No Bully!
Schoolcounselorindonesia.blogspot.com/2011/11/konsep-seputar-bullying-oleh-esyaanesty.html?m=1
gadis.co.id
gadis.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)